Temukan Fakta Menarik, Tim Balai Arkeologi Sumsel Teliti Kembali Pulau Enggano - INDEPHEDIA.com

Header Ads

Temukan Fakta Menarik, Tim Balai Arkeologi Sumsel Teliti Kembali Pulau Enggano

Tarian suku asli Pulau Enggano, pulau terluar gugusan kepulauan Indonesia di Provinsi Bengkulu.
Adanya fakta pulau ini secara geografis tidak pernah menyatu dengan Sumatera membuat para peneliti tertantang menggali lebih dalam asal muasal nenek moyang dari suku-suku di Enggano.

SUMSEL, INDEPHEDIA.com - Setelah pada tahun lalu menemukan fakta-fakta menarik di Pulau Enggano, Tim Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Selatan dijadwalkan akan meneliti kembali pulau terluar gugusan kepulauan Indonesia di Provinsi Bengkulu itu pada April 2019 mendatang.

"Penelitian kedua ini lebih kepada pengembangan dan pengayaan. Tentunya kami akan melibatkan masyarakat setempat untuk menelusuri jejak suku-suku di Enggano," ujar Peneliti Balai Arkeologi Sumsel, Sigit Eko Prasetyo, di Palembang, Senin (18/2/2019).

Pulau Enggano sebenarnya sudah menjadi objek penelitian para peneliti asing sejak 2003. Namun, di dalam negeri sendiri kurang menjadi perhatian meski Balai Arkeologi sudah pernah meneliti pada 1996.

Pulau Enggano masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Bengkulu Utara memiliki enam desa yaitu Desa Meok, Desa Apoho, Desa Malakoni, Desa Kaana dan satu desa transmigrasi Banjarsari.

Pulau Enggano didiami masyarakat adat yang terdiri lima suku asli, yaitu Suku Kauno, Suku Kaahoa, Suku Kaharuba, Suku Kaitaro, Suku Kaharubi. Di pulau itu ada hukum adat yang unik, yaitu seluruh pendatang diwadahi dalam satu suku tersendiri, yaitu Suku Kaamay.

Di sekitar Pulau Enggano masih ada beberapa pulau kecil, yaitu Pulau Dua, Pulau Merbau dan Pulau Bangkai yang terletak di sebelah barat dan Pulau Satu yang berada di sebelah selatan.

Dari Pulau Sumatera atau dari Kota Bengkulu jarak Pulau Enggano sejauh 156 Km atau 90 mil laut. Jarak dengan Manna, Ibu Kota Kabupaten Bengkulu Selatan sekitar 96 km.

Adanya fakta pulau ini secara geografis tidak pernah menyatu dengan Sumatera membuat para peneliti sangat tertantang untuk menggali lebih dalam mengenai asal muasal nenek moyang dari suku-suku di Enggano.

Suku-suku di Enggano ini memiliki keunikan karena berdasarkan hasil penelitian yang pertama, mereka memiliki bahasa dan budaya sendiri yang berbeda dengan suku-suku yang ada di pulau sekitar. Dengan jumlah penduduk berkisar 3.000 orang maka sangat menarik jika akhirnya dapat diketahui asal muasal dari nenek moyang suku-suku di Enggano.

Fakta menarik lainnya, di pulau itu banyak ditemukan bangunan peninggalan zaman kolonial karena daerah tersebut sempat dijadikan "basecamp" tentara Jepang di masa perang dunia kedua. (NW/R-01)


loading...

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).