Inilah Ragam Seni Budaya Batak Toba - INDEPHEDIA.com

Header Ads

Inilah Ragam Seni Budaya Batak Toba



Para turis yang berlibur ke Danau Toba dan daerah-daerah sekitarnya, memang tidak hanya untuk menyaksikan keindahan alam yang dimiliki wilayah tersebut, tetapi juga juga tertarik untuk menikmati kebudayaan dan kesenian tradisional masyarakat Batak Toba.

INDEPHEDIA - Dari banyak etnis yang bermukim di Provinsi Sumatera Utara, salah satunya Etnik Batak Toba. Etnik yang mendiami wilayah yang relatif luas, mulai dari daerah di sekitar tepian Danau Toba dan Pulau Samosir, hingga ke dataran tinggi Silindung dan Pahae ini, memiliki budaya yang unik dengan ragam kesenian yang menarik. Sehingga, budaya Batak Toba cukup banyak mendapatkan perhatian, baik para akademisi maupun wisatawan dalam negeri dan manca negara.

Keberagaman kesenian etnik ini, mulai dari seni tari, seni musik, seni kerajinan, seni sastra, hingga seni rupa, hidup menyatu dalam adat istiadat dan sisi religi masyarakat Batak Toba. Semua kesenian tradisional tersebut menjadi bagian kehidupan mereka, bahkan hingga saat ini. Meskipun dunia sudah berkembang semakin modern, ragam kesenian tradisional itu tetap bisa bertahan, bahkan malah menjadi bagian penting dalam dunia pariwisata.

Para turis yang berlibur ke Danau Toba dan daerah-daerah sekitarnya, memang tidak hanya untuk menyaksikan keindahan alam yang dimiliki wilayah tersebut, tetapi juga juga tertarik untuk menikmati kebudayaan dan kesenian tradisional masyarakat Batak Toba.

Seni Sastra
Batak Toba
 
Ada banyak seni sastra yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Batak Toba, meliputi sastra lisan dan sastra tulisan. Beragam cerita rakyat, seperti terjadinya Danau Toba dan Batu Gantung, menjadi legenda yang sampai saat ini masih bisa kita dengar. Pantun-pantun yang disebut umpasa juga ada dalam kebudayaan Batak Toba, yang menjadi kearifan lokal etnik tersebut. Semua seni sastra itu memiliki makna filosofis dalam kehidupan mereka.

Seni Musik
Batak Toba
 

Sejumlah alat musik juga menjadi bagian dalam pelaksanaan upacara ritual dan upacara adat dalam kebudayaan orang-orang Batak Toba. Dua jenis ansambel musik, gondang sabangunan dan gondang hasapi merupakan alat musik tradisional yang paling sering dimainkan. Menurut mitologi etnik Batak Toba, kedua alat musik tersebut merupakan milik Mulajadi Nabolon, sehingga harus dimainkan untuk menyampaikan permohonan kepada sang dewa.

Seni Tari
Batak Toba
 

Tari Tortor menjadi salah satu kesenian yang paling menonjol dalam kebudayaan masyarakat Batak Toba. Manortor (menari, bahasa Batak Toba) merupakan lambang bentuk syukur kepada Mulajadi Nabolon, dewa pencipta alam semesta, dan rasa hormat kepada hula-hula dalam konsep kekeluargaan mereka. Oleh karena itu, tari ini biasanya dilakukan dalam upacara ritual, ataupun dalam upacara adat, seperti acara pernikahan.

Seni Kerajinan
Batak Toba

Martonun, atau keterampilan dalam membuat kais ulos dengan alat tenun tradisional, merupakan salah satu seni kerajinan dalam tradisi adat Batak Toba, yang hingga saat ini masih bisa dijumpai di pedalaman Pulau Samosir dan daerah-daerah lainnya di sekitar Danau Toba. Masyarakat Batak Toba melakukan berbagai seni kerajinan sesuai dengan peran dan fungsinya dalam struktur adat dan religi yang mereka percaya.

Seni Rupa
Batak Toba
 

Seni pahat dan seni patung menjadi keterampilan utama dalam seni rupa tradisional yang hidup di Batak Toba. Ukiran-ukiran yang terdapat gorga atau ornamen rumah adat mereka, menjadi bukti keindahan dari seni pahat masyarakat Batak Toba. Sedangkan, seni patung bisa dilihat dari banyak peralatan tradisional, seperti sior dan hujur (panah), losung gaja (lesung besar), serta parpagaran dan sigale-gale (alat untuk memanggil kekuatan gaib).

Semua jenis kesenian tradisional dalam budaya Batak Toba di atas hingga sekarang masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakatnya. Mereka terus menjaganya agar tetap hidup dalam tatanan adat istiadat dan kehidupan religi masyarakat tersebut. Itu pula yang kemudian menjadi daya tarik dalam dunia pariwisata, yakni sebagai hiburan bagi para turis asing maupun dalam negeri yang selama ini mungkin belum pernah melihat kesenian tradisional Batak Toba. (***)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).