Tak Berkenan Lagi Beratraksi, Ade Putra "Si Manusia Listrik" Ingin Fokus Sekolah - INDEPHEDIA.com

Header Ads

Tak Berkenan Lagi Beratraksi, Ade Putra "Si Manusia Listrik" Ingin Fokus Sekolah


Ade Putra tidak menyangka video atraksinya mengeluarkan energi listrik dari tubuhnya itu viral di media sosial.

SUMSEL, INDEPHEDIA.com - Karena ingin fokus sekolah, Ade Putra "Si Manusia Listrik" mengaku tidak berkenan lagi beratraksi mengeluarkan energi listrik dari tubuhnya.

Ade Putra (16) pelajar kelas XI IPA SMA Negeri Rupit, anak ketiga dari pasangan Mahidin dan Siti Aisyah, warga Desa Lawang Agung, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan.

"Saya tidak mau lagi nyetrum, saya dimarah oleh ibu saya, tidak usah lagi kata ibu saya, fokus sekolah saja," kata Ade Putra "Si Manusia Listrik", seperti dikutip Selasa (29/1/2019).

Ade Putra tidak menyangka video atraksinya mengeluarkan energi listrik dari tubuhnya itu viral di media sosial setelah disebarluaskan oleh teman-teman dan guru-gurunya di sekolah serta diberitakan di media massa, baik lokal maupun nasional.

Walaupun para pengguna media sosial memberikan komentar bahwa dia menggunakan sepatu dan ikat pinggang listrik, namun Ade Putra menegaskan dirinya benar-benar bisa mengeluarkan energi listrik dari tubuhnya.

"Energi listrik di badan saya ini memang benar-benar ada, tapi energi itu bisa saya kendalikan, kalau saya ingin mengeluarkannya ya keluar, tapi kalau saya tidak ingin ya biasa saja seperti orang normal, di sekolah pun saya seperti siswa lainnya," katanya.

Ibu kandung Ade Putra "Si Manusia Listrik", Siti Aisyah, dia tidak ingin kemampuan anaknya mengeluarkan energi listrik dari tubuhnya itu terlalu dibesar-besarkan dan menjadi perbincangan banyak orang.

Kerananya, Siti Aisyah tidak memperbolehkan lagi anaknya itu beratraksi menunjukkan kemampuannya mengeluarkan energi listrik dari tubuhnya, karena dikuatirkan dapat mengganggu pendidikan anaknya di sekolah.

"Saya hanya ingin anak saya fokus belajar. Saya lebih bangga dengan prestasi belajarnya di sekolah," ujarnya. (*)


No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).