Alam dan Kita
Alam dan Kita

Jalur Sutra dan Petunjuk Tentang Kerajaan dan Agama di Indonesia

 
Sumber Foto: Wikipedia

INDEPHEDIA.com - Dalam catatan sejarah, Jalur Sutra berperan penting dalam penggambaran dan pengungkapan keberadaan kerajaan dan agama di Indonesia. 

Semasanya, Jalur Sutra penghubung dan mempertemukan antara pedagang yang berasal dari barat maupun timur untuk melakukan aktivitas, terutama perdagangan.

Selain pedagang, Jalur Sutra juga dilalui para pengelana, biarawan, prajurit, nomaden dengan menggunakan karavan hingga kapal laut.

Jalur Sutra sendiri tidak memiliki lintasan berupa jalan besar, melainkan jalur yang bercabang-cabang dan pada saat itu hanya bisa dilewati oleh karavan.

Melalui jalur ini, beberapa pengelana datang dan mencatat situasi serta kondisi kerajaan-kerajaan, agama hingga kehidupan masyarakat di Nusantara saat itu.

Salah seorang pengelana dan tokoh dari Tiongkok bernama I-Tsing (Yijing atau I Ching) datang ke Tanah Air juga melalui Jalur Sutra. 

I-Tsing berperan besar dalam historiografi Indonesia. Catatan perjalanannya yang melegenda menjadi sumber para peneliti dalam mengungkap Kerajaan Sriwijaya.

Selain itu, dari catatan perjalanan I-Tsing ini pula didapat gambaran mengenai perkembangan ajaran Buddha di Nusantara pada abad ke-7 Masehi. 

Biksu dari China yang dikenal sebagai seorang penjelajah dan penerjemah teks agama Buddha itu berkelana lewat laut ke India melalui Jalur Sutra untuk mendapatkan teks agama Buddha dalam bahasa Sanskerta.

Catatan perjalanannya merupakan sumber penting bagi sejarah kerajaan abad pertengahan di sepanjang jalur laut antara China dan India. 

Dalam pelayarannya dari China ke India untuk memperdalam ajaran Buddha, I-Tsing pernah tinggal di Kerajaan Sriwijaya dalam waktu yang cukup lama. 

Di Fo-shi (Sriwijaya), I-Tsing sempat belajar Sabdavidya atau tata bahasa Sansekerta dan menerjemahkan teks agama Buddha dalam bahasa Sanskerta. 

Kemudian, I-Tsing membawa pulang teks agama Buddha dalam bahasa Sanskerta itu ke Tiongkok dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Tionghoa. (SJ/IND)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Biasakan berkomentar dengan nama yang jelas. Berkomentar dengan UNKNOWN atau SPAM akan dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top