Inilah Tren Olahraga Tahun 2019

 


Dalam berolahraga sendiri, tidak perlu olahraga berat atau sulit karena yang terpenting adalah Anda tetap berkeringat.

INDEPHEDIA - Di zaman yang serba cepat dan instan ini, tren dalam berolahraga pun akan mengalami perubahan. Dalam berolahraga sendiri, tidak perlu olahraga berat atau sulit karena yang terpenting adalah Anda tetap berkeringat.

Berikut ini beberapa olahraga yang diprediksi akan menjadi tren pada tahun 2019, seperti dikutip dari Reader's Digest.

1. Pop Star Dance

Pop star dance mengajarkan gerakan-gerakan koreografi hip-hop dan pop langsung dari artis, seperti Britney Spears, J Lo, dan Nicki Minaj, tetapi dengan cara yang bebas dan sesuai dengan kepribadian Anda.

"Jika Anda suka menari dan bergerak bebas, ini adalah kelas olahraga yang cocok untuk Anda," ujar founder dari pop star dance, Akinah Rahmaan.

2. Olahraga 15 Menit


Salah satu kendala terbesar ketika ingin berolahraga adalah waktu. Banyak orang yang sulit meluangkan waktu mereka untuk berolahraga. Namun, the 15 minute workout ini bisa dijadikan pilihan jika Anda memiliki kendala dalam waktu berolahraga.

Menurut Kim Schaper, personal trainer bersertifikat, jenis olahraga tersebut saat ini menjadi pilihan yang paling banyak dilakukan mereka yang memiliki waktu sedikit.

3. Super Slow Weightlifting

David Ezell, PhD, seorang psikoterapis kebugaran, direktur klinis Darien Wellness, mengatakan jenis olahraga ini sama seperti angkat beban pada biasanya, tapi dilakukan dengan selambat mungkin yang Anda bisa.

Ini tidak hanya memastikan bahwa Anda mendapatkan hasil maksimal dari setiap beban yang Anda angkat, tetapi juga mengurangi cedera dan kelelahan, tambahnya.

4. Bersepeda

Bersepeda bisa menjadi alat olahraga yang menyenangkan. Jika Anda tahu cara menggunakan skuter, maka Anda tahu cara melakukan latihan ini, kata Jordan Crowder, pakar kebugaran di Kickbikes America.

"Mengayuh sepeda merupakan alternatif sempurna untuk berlari atau bersepeda. Jenis olahraga ini berdampak pada seluruh tubuh bagian bawah Anda, terutama betis dan pantat Anda," jelasnya.

5. Isometric Strength Training

Jenis olahraga ini merupakan gerakan latihan kekuatan statis yang berdampak rendah dan statis, kata Brian Sterling-Vete PhD, pelatih kebugaran dan penulis 12 strength training books. 

"Latihan ini adalah salah satu bentuk latihan yang sudah terbukti secara ilmiah memiliki manfaatnya, tetapi karena sangat sederhana, orang sering meremehkannya," jelasnya. (***)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Biasakan berkomentar dengan nama yang jelas. Berkomentar dengan UNKNOWN atau SPAM akan dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top