-->

Selain Angpau, Ini Makna Bagi-bagi Jeruk Saat Imlek

 



Dalam bahasa Mandarin, jeruk berbunyi “ju” yang mirip dengan bunyi kata keberuntungan, yakni “ji”.

INDEPHEDIA - Selain Angpau, buah jeruk selalu identik dengan perayaan Imlek dan punya makna tersendiri bagi warga Tionghoa. Tidak heran jika setiap rumah, tempat ibadah, swalayan dan dimanapun jeruk menjadi buah favorit di tahun baru China ini.

Buah jeruk selain sering digunakan untuk buah dalam sesembahan saat sembahyang di Kelenteng atau kuil, para orangtua pun senantiasa membagikan buah manis ini kepada sanak saudara dan kerabat dekat pada saat Imlek.



Dalam bahasa Mandarin, jeruk berbunyi “ju” yang mirip dengan bunyi kata keberuntungan, yakni “ji”. Tak heran, bila Jeruk seringkali digunakan untuk Imlek maupun upacara perkawinan.

Dilihat dari sudut warna, jeruk melambangkan warna cerah yang dianggap untuk kehidupan yang akan cerah. Selain itu, jeruk terdiri dari bagian-bagian yang semua bagian tersebut akan menyatu membentuk satu kesatuan yang bundar.

Jeruk juga sebagai lambang emas, yang juga di dialek Cantonese, jeruk mandarin terdengar seperti emas, sehingga jeruk mandarin dianggap membawa keberuntungan bagi tuan rumah. Sebagai timbal balik, tuan rumah juga memberikan jeruk kepada tamunya.

Jadi, setiap ibadah perayaan Imlek, sering kali yang merayakan Imlek membagikan dua buah (sepasang) jeruk yang dikemas jadi satu dan di dalamnya kami sisipkan kalimat-kalimat berkat.


Lalu, kenapa harus sepasang? Sebab, ada pepatah dalam Bahasa Mandarin berbunyi 好事成双 (hǎo shì chéng shuāng), yang berarti "Good things come in pairs" (hal baik itu salalu datang berpasangan). (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Biasakan berkomentar dengan nama yang jelas. Berkomentar dengan UNKNOWN atau SPAM akan dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top