Inilah 7 Bule Jadi Dalang dan Sinden - INDEPHEDIA.com

Header Ads

Inilah 7 Bule Jadi Dalang dan Sinden



Tujuh orang asing alias bule ini justru menjadi sinden dan dalang. Unik memang. Siapa sajakah mereka?

INDEPHEDIA - Wayang merupakan kesenian tradisional Jawa. Pertunjukan wayang biasanya membawakan berbagai kisah, baik yang diambil dari cerita pewayangan atau juga yang mengikuti perkembangan zaman dengan menyadur dari kehidupan sekarang.

Untuk mengiringi alur ceritanya, dalam setiap pagelaran wayang selalu ada pemusik sebagai pengisi suara background latar, sinden dan juga tentunya dalang. Bukan suatu hal yang aneh jika orang-orang yang berperan dalam sebuah pagelaran wayang dari Indonesia. Tapi, kali ini INDEPHEDIA rangkum 7 orang asing alias bule yang justru menjadi sinden dan dalang. Unik memang. Siapa sajakah mereka?

1. Nora dan Elena


 
Nora dan Elena pedalang wanita cantik berasal dari Spanyol. Walaupun tidak seperti dalang-dalang pada umumnya, akan tetapi sarana dan obyek yang mereka gunakan tetap mencerminkan jenis wayang dari Indonesia, yaitu Wayang Golek. Uniknya, boneka-boneka wayang yang mereka gunakan terbuat dari plastic dan botol-botol bekas.

Usut punya usut, ternyata penggunaan sampai dengan menggunakan metode wayang yang mereka lakukan ini memiliki maksud tersendiri, yaitu mengajarkan anak-anak untuk lebih peka lingkungan dan menjaga kebersihan sekaligus mengajak semua pihak untuk kembali peduli akan seni tradisional Indonesia. Rata-rata, acara yang mereka bawakan memiliki durasi sekitar 1 jam dan mayoritas penontonnya anak-anak.

2. Matthew Issac Cohen

Pria bergelar professor yang menjadi dalang ini namanya Matthew Isaac Cohen. Dia berkebangsaan Amerika Serikat dan sangat fasih ketika harus duduk di depan layar dan menjadi dalang. Pertama kali mengenal dunia wayang ketika dia mempersunting seorang wanita Indonesia bernama Aviva Kartiningsih sekitar tahun 1988.

Dari belajar dalang di kampus ISI Solo dan juga ikut berperan dalam pagelaran gamelan di Boston, dia tertarik untuk terus mendalami dan akhirnya sekitar tahun 2000-an, dia akhirnya berhasil menjadi seorang dalang sungguhan.

Sudah banyak pagelaran wayang yang dibawakannya dengan membawakan beberapa lakon, seperti dari Inggris, Kanada, Malaysia, Israel dan lain sebagainya. Bahkan dia juga kerap ditanggap untuk menggung di Cirebon.

3. Urban Wahlstedt

Urban Wahlstedt seorang dalang berkebangsaan Swedia yang pernah menggelar pegelaran wayang kulit terbesar di Stocklom, Swedia. Bersama dengan grup gamelan Riris Genta Raras, suasana di Tibble Theatre, Stocklom menjadi seakan sedang berada di Pulau Jawa.

Sayangnya, tidak banyak informasi mengenai siapa itu Urban Wahlstedt. Pastinya, dia pernah menjalin kerja sama dengan beberapa dalang terkenal Tanah Air dan memiliki banyak sekali koleksi wayang di kediamannnya sendiri.

4. Helen Pausacker

Namnaya Helen Pausacker. Perempuan asal Australia ini sudah mempelajari seni wayang lebih dari 40 tahun lamanya. Dia begitu jatuh cinta terhadap seni tradisional satu ini dan akhirnya memutuskan untuk belajar sekaligus mendalami serta menjadi dalang professional.

Banyak cerita yang pernah dia bawakan, dari kisah epic Mahabarata, Ramayana sampai dengan beberapa kejadian sosial di masyarakat. Selain itu, ketika dia membawakannya di negara asal, Helen selalu menggunakan Bahasa Inggris, agar lebih mudah dicerna penduduk atau penonton dari negara setempat.

5. Hiromi Kano

Hiromi Kano sinden asli dari Jepang. Dari raut wajahnya, tentunya tidak banyak orang yang mengira dia seorang bule, yang ternyata mampu melantunkan gending atau lagu-lagu Jawa saat duduk menjadi sinden.

Hiromi Kano lahir di Chiba, Jepang yang pertama kali mencintai seni wayang ini ketika takjub mendengarkan lagu gamelan. Saat liburan, dia menyempatkan diri untuk belajar langsung tentang seni wayang di Indonesia dan membutuhkan waktu 8 tahun agar dia dapat bersekolah di ISI Solo.

6. Elizabeth Karen

Sinden cantik asal Amerika Serikat ini sangat mahir berbahasa Jawa karena memang selain bersuamikan orang Indonesia, dia juga mempelajari bahasa dan kebudayaan Jawa sejak di negara asalnya. Karen --begitu panggilannya--- mencintai budaya dan seni, khususnya seni wayang, karena menurutnya ada unsure keindahan dan filosofi hidup di dalamnya.

Dari situlah profesi sebagai sinden digenggamnya dan dia terus mendapatkan tawaran untuk manggung di banyak tempat. Bahkan namanyapun mendapat tambahan menjadi Elizabeth Karen Sekar Arum agar terlihat lebih ‘njawani.’

7. Megan Collin Donoghu William

Selain Elizabeth Karen, ada satu lagi sinden bule yang berasal dari Amerika Serikat, bernama Megan Collin Donoghu William. Awalnya, tidak ada seorang pun yang mengira dia adalah seorang sinden dan setelah dia menyanyi, banyak orang yang terkejut bahwa cengkok vocal yang dikeluarkannya menggunakan teknik nyinden.

Tentu saja bukan suatu hal yang aneh karena selama 3 tahun, Megan telah menimba ilmu di ISI Solo dan mengambil jurusan sinden. Selama belajar, dia mendapatkan didikan langsung dari sejumlah dalang terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono, Ki Enthus Susmono dan Ki Purbo Asmoro.

Selain nama-nama yang INDEPHEDIA sebutkan di atas, masih ada satu lagi sinden asal Amerika Serikat bernama Hannah Marie yang sempat datang dan hadir di sebuah acara di televisi swasta nasional dan melantunkan lagu-lagu Jawa dengan fasih. Mereka ini merupakan sosok-sosok yang mau mengenal dan mendalami kesenian tradisional Indonesia khususnya dunia perdalangan dan persindenan. Salut! (**)


No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).