Arkeolog Temukan Dua Logam di Kompleks Percandian Muarojambi - indephedia.com

Header Ads

Arkeolog Temukan Dua Logam di Kompleks Percandian Muarojambi

Kompleks Percandian Muarajambi tampak dari atas.
Penemuan logam itu saat tim Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan menggali struktur bata yang sudah tertimbun (Menapo) di Ujung Tanjung, kawasan ladang penduduk di komplek Percandian Muarajambi.

INDEPHEDIA.com - Sebanyak dua buah logam berbentuk runcing dan pipih ditemukan di Kompleks Percandian Muarojambi, Provinsi Jambi, sehingga menambah daftar panjang temuan benda bersejarah di komplek percandian terluas di Asia Tenggara tersebut.

Penemuan logam itu saat tim Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan menggali struktur bata yang sudah tertimbun (Menapo) di Ujung Tanjung, kawasan ladang penduduk di komplek Percandian Muarojambi.

Temuan dua benda bersejarah logam dengan panjang sekitar 15 centimeter itu sejenis alat pahat dengan berbentuk pipih dan runcing. Dugaan awal, benda logam yang ditemukan itu merupakan peninggalan bersejarah di komplek percandian Hindu-Buddha pada abad 12-13 Masehi. Tahun 2018 lalu juga ditemukan satu benda bersejarah yang sama, sehingga saat ini telah ditemukan tiga buah logam.

Sejarah kawasan Percandian Muarojambi yang terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi ini, merupakan rangkaian keberadaan Suarnadwipa atau Pulau Emas.

Situs Purbakala Kompleks Percandian Muarojambi adalah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara dan sebagai kampus atau pusat pendidikan ajaran Buddha. Kompleks ini memiliki luas 3.981 hektare tersebar dalam delapan desa, termasuk desa terdekat adalah Desa Muarojambi.

Hingga kini, total di Kompleks Percandian Muarojambi terdapat sembilan bangunan candi, yakni Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano. (SJ.IN/*)

No comments