Alam dan Kita
Alam dan Kita

Jalur Sutra; Istilah dan Perannya dalam Peradaban

 
Sumber Foto: Wikipedia

INDEPHEDIA.com - Jalur Sutra merupakan jalur perdagangan internasional kuno di Asia yang berasal dari peradaban Tiongkok yang menghubungkan antara Barat dan Timur. 

Semasanya, jalur ini penghubung dan mempertemukan antara pedagang yang berasal dari barat maupun timur untuk melakukan aktivitas, terutama perdagangan.

Selain pedagang, Jalur Sutra juga dilalui para pengelana, biarawan, prajurit, nomaden dengan menggunakan karavan hingga kapal laut.

Jalur Sutra sendiri tidak memiliki lintasan berupa jalan besar, melainkan jalur yang bercabang-cabang dan pada saat itu hanya bisa dilewati oleh karavan.

Jalur ini menghubungkan Chang'an, Republik Rakyat Tiongkok, dengan Antiokhia, Suriah, dan juga tempat lainnya dalam kurun waktu yang bervariasi. 

Jalur Sutra terbagi  menjadi jalur utara dan selatan dan meluas dari pusat perdagangan China Utara dan China Selatan.

Rute utara jalur itu melewati Bulgar-Kipchak ke Eropa Timur dan Semenanjung Crimea, Laut Hitam, Laut Marmara, dan Balkan ke Venezia. 

Rute selatan melewati Turkestan-Khorasan menuju Mesopotamia dan Anatolia, Antiokia di Selatan Anatolia, menuju ke Laut Tengah atau melalui Levant ke Mesir dan Afrika Utara.

Istilah Jalur Sutra

Istilah 'Jalur Sutra' pertama kali digunakan oleh peneliti atau geografer Jerman, Ferdinand von Richthofen, pada abad ke-18 Masehi. 

Ferdinand von Richthofen menamakan jalur ini 'The Silk Road' dikarenakan komoditas perdagangan dari China yang banyak berupa sutra.

Jalur Sutra kuno memiliki kejayaan tersendiri pada masanya. Sebab, dengan adanya jalur yang meluas dari Asia hingga Eropa ini peradaban di sejumlah benua dapat bertemu.

Adanya jalur itu tak hanya memiliki peran dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam bidang lainnya, seperti budaya, agama hingga ilmu pengetahuan. 

Situs Warisan Dunia

Karena memiliki nilai histories, Jalur Sutra sepanjang 5 ribu kilometer dari China hingga wilayah Zhetsyu ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia (World Heritage Sites) pada 22 Juni 2014. 

Jaringan jalan yang dibentuk oleh Jalur Sutra tersebut, menurut UNESCO, secara keseluruhan memiliki panjang hingga 35 ribu kilometer. 

Beberapa rutenya sudah digunakan selama ribuan tahun lamanya, jauh sebelum masehi sampai masehi atau Anno Domini (AD). 

Diketahui, aktivitas perdagangan di Jalur Sutra semakin meningkat sekitar abad ke-2 Sebelum Masehi (SM) dan terus dimanfaatkan perdagangan internasional hingga abad ke-16 Masehi. (SJ/IND)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Biasakan berkomentar dengan nama yang jelas. Berkomentar dengan UNKNOWN atau SPAM akan dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top