Albert Einstein, Fisikawan Teoretis Pengembang Teori Relativitas dan Mekanika Kuantum

 
Sumber Foto: Pinterest/@historydaily

INDEPHEDIA.com - Albert Einstein adalah ilmuwan terbesar dalam abad ke-20 dan menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia. 

Einstein mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika dan kosmologi.

Albert Einstein lahir tanggal 14 Maret 1879 di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kekaisaran Jerman, dari pasangan Hermann Einstein (ayah) dan Pauline Koch (ibu).

Siapa sangka kalau Einstein yang pernah dianggap menderita cacat mental karena pertumbuhannya yang tidak normal kelak menjadi seorang fisikawan besar. 

Einstein baru bisa berbicara di usia 4 tahun, dimana hal tersebut tidak wajar. Namun, keterlambatan pertumbuhan tidak membuatnya cacat selamanya. Ia justru dianugerahi otak yang cerdas. 

Pengembang Teori Relativitas dan Mekanika Kuantum

Albert Einstein seorang fisikawan teoretis yang jenius dan terkenal atas pengembangan teori relativitas dan juga  teori mekanika kuantum. 

Relativitas dan mekanika kuantum merupakan dua pilar fisika modern. Karya-karyanya juga dikenal karena berpengaruh terhadap filsafat ilmu.

Persamaan Einstein yang paling dikenal adalah rumus kesetaraan massa-energi E = mc2, yang dijuluki persamaan paling terkenal di dunia.

Sumber Foto: Getty Images via Detik

Awal kariernya, Einstein berpendapat mekanika Newton tak lagi mampu menyatukan hukum mekanika klasik dengan hukum medan elektromagnetik. 

Kenyataan itu mendorongnya mengembangkan teori relativitas khusus ketika bekerja di Kantor Paten Swiss di Bern (1902–1909). 

Tapi, seiring perkembangan, Einstein menyadari prinsip relativitas juga dapat diperluas cakupannya pada medan gravitasi.

Kemudian, pada tahun 1916, ia menerbitkan sebuah makalah mengenai relativitas umum dengan teorinya tentang gravitasi.

Selama hidupnya, Einstein menerbitkan lebih dari 300 makalah ilmiah dan lebih dari 150 karya nonilmiah.

Penerima Nobel Fisika

Atas jasanya terhadap fisika teoretis, dan khususnya atas penemuannya tentang hukum efek fotolistrik, yang menjadi langkah penting dalam pengembangan teori kuantum, Einstein menerima Nobel Fisika pada tahun 1921. 

Einstein pernah tinggal di Jerman (negara kelahiran dan masa kecilnya), Italia, Swiss, Austria (kini Republik Ceko), Belgia dan terakhir di Amerika Serikat.

Albert Einstein meninggal di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat (AS), 18 April 1955, dalam usia 76 tahun. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Biasakan berkomentar dengan nama yang jelas. Berkomentar dengan UNKNOWN atau SPAM akan dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top