-->

Inilah Kerajaan-kerajaan Terbesar dan Paling Berpengaruh di Indonesia

 



INDEPHEDIA.com - Di berbagai daerah di Indonesia pada zamannya terdapat banyak kerajaan. Tak hanya menjadi pusat pemerintahan, kerajaan-kerajaan itu juga menjadi tempat menyebarluaskan sistem kepercayaan. Ada yang menyebarkan agama Hindu, Budha, dan juga Islam.

Sejarah tentang kerajaan-kerajaan di Nusantara yang masih terekam dengan baik terjadi di abad ke-4. Semasa itu, agama Hindu dan Budha menyebar ke seluruh pelosok negeri dan berkembang hingga abad ke-15. 


Setelah kerajaan Hindu dan Budha meredup, mulai bermunculanlah kerajaan Islam yang berbarengan dengan masuknya Belanda dan melakukan kolonialisasi di negeri ini selama ratusan tahun (meski baru 25 tahun terakhir Belanda bisa menguasai seluruh daerah di Indonesia).

Dari peninggalan-peninggalan yang berhasil di temukan, baik candi, prasasti hingga kitab kuno, semuanya menunjukkan betapa di masa lalu negeri ini pernah berjaya. Kerajaan di Nusantara ini memiliki peradaban yang membanggakan.

Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya, ditulis juga dengan nama Srivijaya, sebuah kerajaan yang sangat berpengaruh di Indonesia dan berbasis di Pulau Sumatera. Pengaruh Kerajaan Sriwijaya mampu sampai ke Asia Tenggara. Kerajaan ini menjadi pusat penyebarluasan ajaran agama Budha dari abad ke-8 sampai abad ke-12 Masehi.

Kekuatan Kerajaan Sriwijaya dipengaruhi dari perdagangan lautnya yang ramai. Menguasai Selat Malaka, membuat Kerajaan Sriwijaya memiliki hubungan dagang yang cukup erat dengan kepulauan Malaysia, China, dan juga India. 


Kerajaan Sriwijaya pertama kali dipimpin oleh Sri Jayanaga. Masa kejayaan dari Kerajaan Sriwijaya sendiri baru muncul ketika Balaputra Dewa menjabat sebagai raja.

Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan dengan dasar agama Hindu yang berdiri dari tahun 1293 sampai tahun 1500. Menjadi kerajaan berpengaruh, Majapahit mengusai berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Lombok, dan Timor-Timur.

Majapahit sendiri berlokasi di antara Kali Brantas dan juga Solo. Kekuasaan Majapahit yang besar mampu mempengaruhi sejumlah negara di Asia Tenggara. Majapahit pertama kali dirikan oleh Raden Wijaya dan meraih zaman keemasannya pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan patihnya yang terkenal bernama Gajah Mada.

Kerajaan Singosari

Terletak beberapa kilometer di sebelah utara Kota Malang, berdirilah sebuah kerajaan Hindu-Budha bernama Kerajaan Singosari atau Singhasari. Singosari berdiri di timur Jawa sejak tahun 1222 dan mampu bertahan sampai dengan tahun 1292.  Kerajaan Singosari menjadi penerus suksesnya Kerajaan Kediri yang berada di Jawa Timur.

Kerajaan Singosari pertama kali dipimpin oleh Ken Arok sebagai raja, Ken Arok sukses menjadi raja setelah dirinya membunuh Tunggul Ametung. Namun drama balas dendam yang terjadi di keturunan Ken Arok dan Tunggul Ametung terus berlangsung hingga membuat Singosari terus menerus berganti raja. Tapi, raja yang paling terkenal di Singosari adalah Kartanegara. Melalui Kertanegara Kerajaan Singosari bisa mencapai puncak kejayaannya.

Kerajaan Samudra Pasai

Samudra Pasai atau yang dikenal juga dengan Samudra Darusaalam adalah kerajaan Islam pertama yang ada di Indonesia. Kerajaan Samudra Pasai berada di pesisir pantai Sumatera dan mulai berdiri pada abad ke-13. Raja kerajaan Samudra Pasai yang pertama Sultan Malik al-Saleh.

Karena Kerajaan Samudra Pasai berada di lokasi yang strategis yakni di dekat pantai, menjadikannya sebagai pusat perdagangan. Di bawah kepemimpinan Sultan Malukul Dhahir, Samudra Pasai benar-benar menjadi tempat perdagangan yang maju. Pelabuhannya pun selalu ramai oleh pedagang dari Asia, Afrika, China, dan Eropa.

Kerajaan Demak

Jika Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berada di Sumatera, maka Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama yang ada di Pulau Jawa. Raja yang mendirikan Demak adalah Raden Patah pada tahun 1478. 


Raden Patah menjadi raja Demak sampai dengan tahun 1518. Raden Patah sendiri merupakan seorang bangsawan yang juga bertugas sebagai kadipaten di kerajaan Majapahit.

Demak kerajaan Islam yang terkenal karena menjadi tempat lahirnya Wali Songo atau wali sembilan. Wali Songo ini 9 wali terkenal penyebar agama Islam di Tanah Jawa. 


Kerajaan Demak menjadi kerajaan yang lebih maju ketika Kerajaan Majapahit mulai runtuh. Kerajaan Demak berlokasi sekitar 25 km dari Kota Semarang, tepatnya di jalan menuju Kudus dari Surabaya.

Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri atau yang disebut juga dengan Kerajaan Panjalu adalah kerajaan Hindu yang ada di pulau Jawa, terutama di Jawa Timur. Usia kerajaan Kediri terbilang lama, yakni berdiri dari tahun 1042 sampai tahun 1222. 


Untuk peninggalan arkeologi, Kerajaan Kediri memang tidak meninggalkan banyak peninggalan. Namun dalam sastra klasik, kerajaan memiliki kemajuan dalam bidang sastra yang cukup maju.

Berlokasi dekat dengan kali Brantas, Kerajaan Kediri berdiri dan berjalan seiringan dengan Kerajaan Sriwijaya yang berada di Sumatera. Dua kerajaan ini memiliki pengaruh yang besar pada dunia perdagangan saat itu. 


Diketahui, pedagang China dan juga India sering melakukan kegiatan perdagangan di wilayah kekuasaan Kerajaan Kediri. Raja yang terkenal saat itu adalah Jaya Baya, memerintah dari tahun 1135 sampai tahun 1179.

Kerajaan Kutai

Dibangun pada abad ke-4 menjadikan Kerajaan Kutai menjadi kerajaan tertua yang ada di Indonesia. Dengan dasar agama Hindu, Kerajaan Kutai salah satu kerajaan paling berpengaruh yang berada di Kalimantan Timur, dekat dengan hulu Sungai Mahakam. 


Raja pertama Kerajaan Kutai bernama Kudungga. Pada masa kekuasaan Kudungga, Kerajaan Kutai dikenal hanya sebagai kerajaan Hindu biasa. Baru ketika dipimpin oleh Mulawarman, Kutai mencapai puncak kejayaannya. 


Kerajaan Kutai mengalami kehancuran ketika rajanya saat itu Maharaja Setia Dharma terbunuh dalam peperangan. Kematian Maharaja Setia Dharman sekaligus penanda selesainya masa kejayaan Kerajaan Kutai.

Kerajaan Tarumanegara

Berdiri dari tahun 358 sampai dengan tahun 669, Tarumanegara atau pendeknya Taruma, adalah Kerajaan Sunda India yang terletak di dekat Prasasti Kebon Kopi I, Kampung Muara, Bogor. 


Berdasarkan tugu prasasti, raja Purnawarman membangun sebuat kanal yang mengubah arah dari sungai Cakung. Dirinya juga mengeringkan daerah pesisir pantai untuk dijadikan area pertanian dan pemukiman penduduk.

Berdasarkan tulisan di tugu prasasti, Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. Diketahui ada 12 orang yang pernah menjadi raja Tarumanegara. Tapi yang paling terkenal hanyalah raja Purnawarman. 


Purnawarman dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu. Dalam kepercayaan Hindu, Dewa Wisnu merupakan dewa pemelihara dan pelindung alam semesta.

Kerajaan Banten

Kerajaan Banten didirikan pada abad ke-16 dan tentu saja sesuai dengan namanya, Kerajaan Banten terletak di pusat kota Banten. Menurut sejarah, Kerajaan Banten didirikan oleh salah satu dari Wali Songo, yaitu Sunan Gunung Jati. 


Kerajaan Banten cukup berpengaruh di Asia Tenggara sebagai kota pusat perdagangan. Salah satu komoditi yang terkenal adalah lada. Karena didirikan oleh Sunan Gunung Jati, Banten menjadi kerajaan yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam. 


Kemajuan Banten menjadi kerajaan dagang terjadi pada awal tahun 1500-an. Banten menjadi kota pelabuhan terbesar kedua setelah Sunda Kelapa. Setelah kejatuhan Malaka ke tangan Portugis, banyak pedagang dari Timur Tengah dan China yang memutuskan untuk berlabuh di Banten daripada Malaka.

Kerajaan Mataram

Mataram salah satu kerajaan besar yang berada di Pulau Jawa. Kerajaan yang berdiri di akhir abad ke-16 dan kekuasaannya berlangsung sampai dengan abad ke-18 ini diperintah oleh Raja Senapati atau yang dikenal dengan nama Adiwijoyo.

Kerajaan Mataram memiliki sektor pertanian dan juga perdagangan yang maju. Karena 2 hal itulah yang membuat kerajaan ini memiliki populasi penduduk yang banyak dan juga makmur. Berada di Jawa Tengah, Kerajaan Mataram beragama Hindu. Rajanya yang terkenal  bernama Balitung. (***)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Biasakan berkomentar dengan nama yang jelas. Berkomentar dengan UNKNOWN atau SPAM akan dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top