Baubau Siapkan Fasilitas Tamu Festival Keraton Masyarakat Adat ASEAN VI - INDEPHEDIA.com

Header Ads

Baubau Siapkan Fasilitas Tamu Festival Keraton Masyarakat Adat ASEAN VI

INDEPHEDIA.com - Tari Galangi Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), hebohkan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) V yang digelar di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, 27-31 Oktober 2018, tahun lalu. Tahun ini, Baubau, Sulawesi Tenggara, menjadi tuan rumah FKMA ASEAN VI.

Pemerintah Kota Baubau menyiapkan fasilitas tamu Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN, yang salah satunya adalah sarana transportasi sesuai prosedur.

SULTRA, INDEPHEDIA.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai melakukan berbagai persiapan menyambut penyelenggaraan Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN VI 2019 di Kota Baubau, yang rencananya digelar pada 10-14 Juli 2019.

Pemerintah Kota Baubau menyiapkan fasilitas tamu Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN, yang salah satunya adalah sarana transportasi sesuai prosedur.

"Saat ini, ada tujuh bus bantuan pemerintah pusat yang belum dioperasikan dan akan difungsikan untuk melayani rombongan kerajaan se-ASEAN itu," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Baubau, Wahyu, di Baubau, Kamis (14/2/2019).


Penggunaan bus itu, kata dia, karena diperkirakan ribuan tamu undangan akan hadir pada FKMA ASEAN VI. Kapastitas muatan dari tujuh bus bantuan Kementerian Perhubungan itu beragam, yakni ada lima unit memiliki kapasitas muat 26 orang dan dua unit lainnya berdaya tampung 20 orang.

"Bus ini akan digunakan untuk menjemput para tamu undangan, baik yang tiba melalui bandara udara maupun melalui pelabuhan," katanya.

Menurut Wahyu, pelayanan transportasi untuk tamu-tamu dari kerajaan tidak bisa dikesampingkan, sehingga pihaknya juga mengusulkan agar tiap organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Baubau dapat memberikan satu mobil kepada LO atau penghubung untuk melayani para tamu nantinya. (NW/R-01)

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).