Mengejutkan, Saat Tampil di Jakarta MAMAMOO Kenakan Batik Solo - INDEPHEDIA.com

Header Ads

Mengejutkan, Saat Tampil di Jakarta MAMAMOO Kenakan Batik Solo

Mengejutkan, Girl group MAMAMOO saat tampil mengenakan busana batik khas Solo di jelang akhir pertunjukannya.

JAKARTA, INDEPHEDIA.com - MAMAMOO girl group mengejutkan penggemar mereka (MOOMOO) di Jakarta saat tampil mengenakan busana batik khas Solo di jelang akhir pertunjukan mereka bertajuk " [HELLO! MOOMOO] Asia fan meeting" di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta pada Sabtu (23/2/2019) malam.

Batik Solo mulai dikenal sekitar abad 17,18 dan 19, yang kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya, batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun, perkembangan selanjutnya, pleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagangan.

Penampilan MAMAMOO grup pop asal Korea Selatan dengan tampil mengenakan busana batik khas Solo di jelang akhir pertujukan bukan hal yang biasa. Sesaat sebelum melantunkan lagu "Decalcomanie", keempat personel, yakni Solar, Moon-byul, Whee-in, dan Hwa-sa pamit pada penggemar sembari mengucapkan kata-kata perpisahan.

Usai tampil, para personel beranjak ke menuju layar besar di belakang panggung sembari melambaikan tangan, tanda perpisahan. Para penggemar masih menanti sambil meneriakkan kata "encore" berkali-kali.

Sebuah video berisi kesan-kesan MAMAMOO tentang penggemar mereka di berbagai negara lalu muncul. Tak lama setelah itu, para penyanyi di bawah asuhan manajemen RBW itu kembali hadir di panggung mengenakan gaun batik Solo karya perancang Danar Hadi.

Gaun panjang melebihi mata kaki mereka itu didominasi warna cerah seperti merah bata, oranye, hijau muda. Whee-in melengkapi tampilannya dengan selendang berwarna senada dengan gaun, sementara Hwasa dan Solar membiarkan bagian pundaknya terbuka.

Riuh jeritan penggemar di area konser melihat penampilan idola mereka lalu disambut lantunan "You're The Best" dan "Um Oh Ah Yeah" dari MAMAMOO. (NW/R-02)
loading...

No comments

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).