-->
Alam dan Kita
Alam dan Kita

Asal, Penemu dan Isi Prasasti Kedukan Bukit

 
Prasasti Kedukan Bukit (Sumber Foto: Wikimedia via Kompas)

INDEPHEDIA.com - Prasasti Kedukan Bukit merupakan peninggalan dan jejak Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan pada tanggal 29 November 1920 di Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan.

Lokasi persis penemuan ini di tepi Sungai Tatang, anak Sungai Musi oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama C. J. Batenburg. 

Prasasti yang terbuat dari batu dengan ukuran 45 × 80 cm atau berukuran 18 inci × 31 inci ini berisikan tulisan yang menggunakan huruf Pallawa dan Melayu Kuno. Berdasarkan hasil penelitian, piagam ini tertanggal 682 Masehi. 

Setelah ditemukan, prasasti bermaterial batu ini berhasil diterjemahkan 4 tahun kemudian oleh ahli bahasa Melayu bernama Philippus Samuel van Ronkel. 

Berikut Teks Prasasti Kedukan Bukit

  1. svasti śrī śakavaŕşātīta 605 ekādaśī śukla-
  2. klapakşa vulan vaiśākha ḍapunta hiyaṃ nāyik di
  3. sāmvau mangalap siddhayātra di saptamī śuklapakşa
  4. vulan jyeşţha ḍapunta hiyaṃ maŕlapas dari minānga
  5. tāmvan mamāva yaṃ vala dua lakşa dangan kośa
  6. duaratus cāra di sāmvau dangan jālan sarivu
  7. tlurātus sapulu dua vañakña dātaṃ di mata jap (mukha upaṃ)
  8. sukhacitta di pañcamī śuklapakşa vulan... (āsāḍha)
  9. laghu mudita dātaṃ marvuat vanua ...
  10. śrīvijaya jaya siddhayātra subhikşa nityakāla

Arti/Makna Teks Prasasti Kedukan Bukit

  1. Selamat ! Tahun Śaka telah lewat 605, pada hari ke sebelas
  2. paro-terang bulan Waiśakha Dapunta Hiyang naik di
  3. sampan mengambil siddhayātra. pada hari ke tujuh paro-terang
  4. bulan Jyestha Dapunta Hiyang berlepas dari Minanga
  5. tamwan membawa bala tentara dua laksa dengan perbekalan
  6. dua ratus cara (peti) di sampan dengan berjalan seribu
  7. tiga ratus dua belas banyaknya datang di mata jap (Mukha Upang)
  8. sukacita pada hari ke lima paro-terang bulan....(Asada)
  9. lega gembira datang membuat wanua....
  10. Śrīwijaya jaya, siddhayātra sempurna....

Isi dari prasasti ini, di antaranya menggambarkan kedatangan/kepulangan pasukan (bala tentara), pelayaran (sampan) yang membawa perbekalan dilakukan oleh Dapunta Hyang dari Kerajaan Sriwijaya. 

Dari Prasasti Kedukan Bukit ini didapatkan keterangan jika Dapunta Hyang berangkat dari Minanga dan menaklukkan kawasan tempat ditemukannya prasasti ini (Sungai Musi, Sumatera Selatan).

Karena kesamaan bunyinya, ada yang berpendapat Minanga Tamwan adalah sama dengan Minangkabau, yakni wilayah pegunungan di hulu Sungai Batanghari. 

Ada juga berpendapat Minanga tidak sama dengan Malayu (Melayu), kedua kawasan itu ditaklukkan oleh Dapunta Hyang. Tempat penaklukan Malayu terjadi sebelum menaklukkan Minanga. 

Pendapat ini menganggap isi prasasti tersebut menceritakan penaklukan Minanga, bukan berangkat (asal) dari Minanga. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Biasakan berkomentar dengan nama yang jelas. Berkomentar dengan UNKNOWN atau SPAM akan dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top